Advokat Temanggung Ida W Hasanah Terima Anugerah MA 2020

Advokat dari Temanggung Ida Wahidatul Hasanah SH MH menerima penghargaan berupa Anugerah Mahkamah Agung Tahun 2020 untuk kategori Gugatan Sederhana di Pengadilan Agama Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. “Salah satu penilaian untuk kategori E-Court dan Gugatan Sederhana yaitu Penyelesaian Perkara, yang merupakan salah satu Aspek yang dinilai oleh Bank Dunia dalam Survei Kemudahan Berusaha (Ease of Doing Business), ” demikian seperti diberitakan oleh situs hukumonline.com.

Penetapan Anugerah Penghargaan, Anugerah MA 2020 itu tertuang dalam lembaran resmi yang dikeluarkan berdasarkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 201/KMA/SK/VIII/2020 Tentang PENERIMA ANUGERAH MAHKAMAH AGUNG 2020.

Mahkamah Agung (MA) telah mengumumkan penerima penghargaan pelaksanaan pengadilan elektronik (e-Court) dan gugatan sederhana (GS). Pemenang berasal dari pengadilan dan pengguna atau advokat. Pemeringkatan e-Court dan GS berlaku di tiga badan peradilan, Badan Peradilan Umum, Badan Peradilan Agama dan Badan Peradilan Tata Usaha Negara.

Ketua MA, Muhammad Syarifuddin, mengatakan anugerah ini mendapat dukungan BKPM dan Hukumonline. Penghargaan ini meliputi 80 pengadilan negeri (PN) dan 54 pengadilan agama/mahkamah syar’iyah berdasarkan pembagian kelas pengadilan yang mendapatkan peringkat terbaik pada kategori pelaksanaan e-Court dan GS (Gugatan Sederhana).

Selain itu ada 10 pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) yang mendapat peringkat terbaik untuk kategori e-Court. Kemudian anugerah untuk 10 pengguna atau advokat yang menggunakan layanan e-court dan GS pada PN, dan pengadilan agama/mahkamah syar’iyah. Penghargaan juga diberikan kepada 10 pengguna atau advokat yang menggunakan layanan e-Court pada pengadilan TUN.

Syarifuddin menjelaskan, penilaian atas layanan GS dilaksanakan melalui pembobotan pada parameter yang telah ditentukan sehingga fokusnya bukan pada kuantitas tapi kualitas gugatan. Pembobotan terhadap perkara GS meliputi persentase perkara, penyelesaian perkara, waktu penyelesaian putus, dan penyelesaian perkara secara damai.

Begitu pula penilaian kategori e-Court tak sekadar kuantitas tapi presentase penggunaan e-Court, presentase e-filling yang dilanjutkan e-litigation, penyelesaian perkara, dan penyelesaian perkara secara damai. Soal penilaian, Syarifuddin mengatakan untuk e-Court dan GS presentase terbesar diberikan pada kriteria penyelesaian perkara yang mencapai 30 persen dari keseluruhan aspek yang dinilai.

“Ini memberikan makna bahwa penyelesaian perkara menjadi aspek yang harus mendapatkan perhatian lembaga peradilan karena aspek ini salah satu yang dinilai Bank Dunia dalam survei kemudahan berusaha (ease of doing business) khususnya parameter penegakan kontrak (enforcing contract),” katanya dalam dalam pidato sambutan kegiatan Launching e-Court tingkat banding, Direktori Putusan MA Versi 3.0, dan Anugerah MA Tahun 2020, Rabu (19/8).

Syarifuddin menyebut percepatan penyelesaian perkara akan memberikan gambaran tentang efisiensi lembaga peradilan di Indonesia serta memberi kepastian hukum khususnya bagi investor. Begitu juga penyelesaian perkara secara damai dalam perkara GS akan mendorong iklim berusaha yang ramah karena pelaku usaha tidak ingin membuang banyak tenaga, waktu dan sumber daya untuk proses litigasi.

Tak ketinggalan Syarifuddin berharap penghargaan ini bisa berlanjut karena penting untuk mengembangkan iklim peradilan yang ramah bagi pencari keadilan sekaligus media informasi kepada publik terkait layanan e-Court dan GS. Penghargaan ini juga diharapkan mampu memotivasi lembaga peradilan meningkatkan kualitas layanan e-Court dan GS.

Penerima Anuegarah MA Tahun 2020 tertuang dalam Keputusan Ketua MA No.201/KMA/SK/VIII/2020 tertanggal 18 Agustus 2020 yang dibacakan oleh Sekretaris MA Setyo Pudjoharsoyo. 

Advokat Ida W Hasanah yang telah lama berkiprah lebih dari 19 tahun di bidang bantuan hukum di wilayah Kabupaten Temanggung ini telah banyak membantu masyarakat dalam menerima dan mengajukan hak-hak hukum sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Berbagai kasus hukum di Temanggung telah banyak menuai hasil yang menggembirakan dengan bantuan dari Kantor Hukum Ida W Hasanah dan Rekan di Temanggung Jateng.

Kami sudah banyak membantu menyelesaikan berbagai perkara hukum baik pidana, perdata, hutang piutang, warisan, harta gono gini, perceraian hingga masalah hak asuh anak. Client kami tersebar di berbagai kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dll.

Untuk penanganan perkara hutang piutang perseorangan dengan lembaga keuangan yang dialami salah satu client kami di Temanggung alhamdulillah berakhir dengan kesepakatan damai antara kedua pihak. Hal ini sangat melegakan kedua pihak dengan landasan penyelesaian secara kekeluargaan dengan didampingi dari pihak Kantor kami sebagai mediator dalam persidangan.

Di tahun 2019 lalu Kantor IDA WH&R juga telah membantu menyelesaikan kasus perkara tuduhan tindak asusila terhadap client kami yang berujung vonis bebas terhadap client kami, karena memang tidak terbukti bersalah. Rasa haru dan tangis bahagia pihak terkait beserta anggota keluarganya mendampingi di putusan pengadilan tersebut. Dan masih banyak lagi berbagai penyelesaian perkara hukum yang telah kami tangani dengan hasil yang sangat memuaskan untuk client kami maupun terhadap pihak-pihak terkait.

Kantor Hukum IDA WH&R (Wahidatul Hasanah & Rekan) adalah Kantor Hukum Temanggung tepatnya beralamat kantor di Perum DPU Bina Marga 2 Pakisan Candimulyo Kedu Temanggung Jawa Tengah.

Related posts